Rabu, 06 Januari 2010

The Baghdad Battery

Bagdad Batery merupakan salah satu artifak kuno yang paling membingungkan para
ilmuan maupun arkeolog.
Pada tahun 1930 silam ,pada sebidang makam kuno di luar Bagdad (Khujut Rabula) ,beberapa
arkeolog yang melakukan penggalian disana menemukan sebuah artifak yang diduga
merupakan satu set baterai kimia yang usianya telah mencapai 2000 tahun lebih!
Arifak aneh tersebut terdiri atas sebuah silinder tembaga, batang besi serta
aspal yang disusun sedemikian rupa dalam sebuah jambangan kecil (tinggi 14 cm,
diameter 8 cm)yang terbuat dari tanah liat .Setelah para ahli merekaulang memang
benar didapati bahwa artifak tsb merupakan sebuah baterai elektrik kuno!
Para peneliti berhasil memperoleh 1.5 voltmeter dari artifak batu baterai
elektrik tsb, yang bekerja nonstop selama 18 hari dengan cara memasukkan cairan
asam kedalam jambangannya.



Usia artifak baterai kuno ini diperkirakan berkisar 2.000 - 5.000 tahun, jauh
sebelum Alessandro Volta (Italia) membuat baterai pertama kali pada tahun 1800
serta Michael Faraday (Inggris) menemukan induksi elektromagnetik dan hukum
elektrolisis pada 1831 yang jarak penemuannya hingga kini mencapai sekitar 200
tahun lebih.
Temuan ini tentunya dapat merubah pandangan manusia masa kini akan kemajuan
teknologi yang telah dicapai oleh peradaban manusia masa lalu.Nampaknya,aktifitas
elektrik telah dikenal oleh manusia pada masa-masa itu.
Tidak hanya bagdad battery saja yang menarik perhatian para ilmuan maupun
arkeolog di seluruh dunia,namun terdapat beberapa artifak serupa yang diduga
juga sebagai peralatan elektrik masa silam,seperti Dendeera Lamps,Assyrian Seal,
maupun The coffin of Henettawy.
sebenarnya Dendeera lamps ini merupakan sebuah relief disebuah temple di Mesir
yang menggambarkan seorang Pharaoh sedang menggenggam sebuah benda mirip dengan
bola lampu lengkap dengan penggambaran kabel beserta catu dayanya.Mungkin
dendeera lamps maupun assyrian seal ini bisa aku jelaskan lebih rinci lagi
dilain kesempatan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar